Entah mengapa sudah beberapa waktu terakhir ini
ada dua hal yang melompat-lompat berebut keluar dari benak,
minta dituangkan dalam secarik catatan.
Yang satu bernama cahaya
dan yang lain bernama jalan.
Keduanya selalu berusaha saling mendahului,
meski lalu masing-masing sadar,
selalu perlu yang lainnya supaya menjadi utuh
Setiap jalan butuh cahaya agar ada yang mampu melaluinya
sementara sang cahaya butuh jalan untuk mencapainya
di awal, di ujung atau hanya di tepi
tak masalah
tetap mentahtakan harapan
satu lagi yang membuat jiwa berusaha bernafas
dan menjaga hati tetap berdenyut
meski hampa atau sesak oleh rasa, entah nyeri atau bahagia
melangkah,
berlari
mendekat,
memutar,
menjauh
menghindar,
atau berusaha mencapai
seberkas di akhir
hatiku memiliki terlalu banyak keraguan
dan membutuhkan banyak jawaban
mungkin aku perlu membiarkan jiwaku berbicara padaku –
dan memaksa hidupku belajar merasakan jalan penuh cahaya
sebelum semuanya memudar dan lenyap
saat ADA yang (terjebak, ingin) kembali PULANG