Tampilkan postingan dengan label C h a r g e. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label C h a r g e. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2011

Menanti berbagi

Setiap orang, paling sedikit sekali,
pernah mengalami kesepian
merasa sunyi, meski tidak dalam kondisi sendirian
tak berkawan, meski berdiri dalam kerumunan padat.

Seringkali terjadi, kita berusaha mengelak bila diri sendiri
sampai pada situasi ini
merasa sepi, berkesan sangat memilukan,
dan seolah-olah menjadi hal yang begitu memalukan,
selalu pantang untuk diakui,
walau secara manusiawi wajar terjadi.

Ada hal-hal bercampur aduk dan bertolak belakang
dari perasaan ini,
kesepian,
mungkin tampak menyedihkan karena kehilangan rasa diperhatikan
atau menyakitkan karena ketiadaan rasa dihargai
tapi kalau dipikirkan kembali,
kesepian
hanyalah satu bukti,
kita masih seorang manusia, yang membutuhkan ciptaan lain
entah manusia, entah isi alam semesta lainnya,
yang pada saat yang sama
sedang menanti kita berbagi dunia
untuk menjadikannya utuh

berbagi,
seandainya kita rela....


















ada yang menolak berbagi,
meski itu hanya sekedar suatu kesepian
bercermin pada keruhnya hati,
begitu telanjang dan ngilu, sendirian....


(dari catatan sunyi perjalanan Jkt-Smg-Sltg-Solo-Jogj-Mkw)

Rabu, 26 Januari 2011

Janus

Baru nyadar, meski sudah di hari-hari akhir, hari ini masih ada di bulan Januari, bulan pertama dari tahun yang baru. Bulan yang namanya konon berasal dari nama Janus, seorang dewa dari mitologi Romawi bercampur Yunani. Janus memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu dan masa depan, sebuah hadiah dari Dewa Saturnus. Akibat bakat ini, ia digambarkan bermuka dua, masing-masing melihat ke arah belakang dan ke depan.

Tugas utama Janus adalah menjaga awal dan akhir waktu, sering dianggap juga sebagai simbol perubahan dan transisi antara satu kondisi ke kondisi lainnya, satu rupa ke rupa lainnya, atau gambaran pertumbuhan dari segala hal yang baru, bahkan dari suatu sistem semesta ke semesta lainnya.

Keberadaannya selalu secara positif memunculkan perasaan mengakhiri sesuatu sekaligus memulai sesuatu lainnya secara bersamaan.

Biarpun hanya bagian dari mitos, pilihan penamaan bulan ini ternyata bisa saja cocok dengan situasi hidup sehari-hari. Belakangan, keliatannya makin banyak saja kejadian yang menarik diri supaya meninggalkan dan menyelesaikan hal-hal lama, lantas bergerak memulai dengan hal-hal baru yang penuh keajaiban. Semuanya seperti membawa diri masuk lebih jauh dalam dunia dongeng.

Belum genap satu purnama, sudah mulai bertemu dengan manusia-manusia berwajah banyak, orang-orang dengan alter ego yang berbeda-beda, senyum-raut penuh maut bak medusa, dengan lidah-lidah penuh bunga yang sekejap bisa berubah jadi mercon.

Ironisnya, semua berdalih, untuk secara positif, menyelesaikan masalah lama dengan solusi yang baru. Menuntaskan konflik-konflik lalu dengan kesepakatan-kompromi baru.
Babak belur dan simpang-siur, asyik mengasapi huru-hara, sembari sibuk bergerilya di wilayah perang masing-masing. Menjadikan batas kebenaran dan kekeliruan keruh, sekabur fakta dan kebohongan. Akhirnya malah jadi tontonan menarik, yang secara tragis menelanjangi segala tabiat, kedok dan motif diri.

Bercermin kembali pada sang Janus, tepat juga bila hal-hal ini terjadi hanya pada awal tahun, cukup untuk berada pada posisi untuk diakhiri, untuk menjadi pijakan mengawali dan mengisi sisa waktu ke depan. Meskipun seringkali berada di posisi terpinggirkan, untunglah masih bisa penuh rasa, berdiri menyaksikan kekusutan arus yang mengalir di hadapan. Menyadari diri selalu bercacat tak sempurna, ternyata semakin membuka mata, masih jauh jalan, masih banyak tugas yang belum terselesaikan.



Hidup...
penuh sungguh,
tak terkatakan

Minggu, 06 Desember 2009

Mampu berkisah

Sudah lama sebenarnya ada niatan untuk ngumpulin gambar bangunan di dalam dan sekitar Townsville, kota kecil di utara Queensland ini. Kota yang lebih mirip sebuah dusun besar, yang telah menjadi rumah sementara selama hampir setahun belakangan, dan masih harus ditinggali sedikitnya satu semester ke depan. Tapi apalah daya, kemampuan memegang kamera jauh lebih amatiran ketimbang kuatnya hasrat motret momen yang tepat dan segala yang indah-indah. Hasilnya? Jauh dari optimal :) Bosan dengan serial tumbuhan, hewan dan landscape alami, mungkin postingan ini jadi agak berbeda.


Northern main path

Bangunan selalu dikatakan mati, tak bernyawa, tersusun hanya dari rangka kayu, besi, plastik dan ramuan beton. Barangkali benar juga, meski aslinya manusia sendirilah yang kemudian meniupkan nafas dan memberinya hidup melalui konstruksi yang sudah berdiri.


Northern main bars


3rd floor carpark "roof j-tracks"

Seluruh foto di sini terkesan lengang, diambil persis setelah pusat perbelanjaan Stockland di perempatan Nathan Street dan Ross River Road tutup pada awal senja di Sabtu sore seperti biasanya. Namun semua jiwa yang melaluinya sepanjang jam-jam sibuknya, melewati tiap lorong, pilar dan pintu, sembari memantulkan bayangan di cerahnya etalase, menduduki setiap kursi di food court, atau mengistirahatkan kendaraan di atas aspal carparknya dan di sela-sela bars pengunci sepeda, sepenuhnya menghidupkan bangunan yang dingin ini.


Foodcourt centre-workplace


An Australian white ibis at northwestern side

Riuh kicauan burung-burung cosmopolitan yang bersarang di tingkap-lubang atap dan berlarian di sekeliling tamannya lebih rela lagi meninggalkan jejak jiwa, sama teraturnya dengan mesin genset dan AC yang tak pernah padam dalam kompleks bangunan ini.




Signs

Bangunan mati ini ternyata mengajarkan lebih banyak makna pada geliat hidup. Terlepas dari semua nilai yang sudah ada sebelumnya, masih ada sisi manusiawi, tempat manusia bertukar kebutuhan, menghargai kepentingan dan nilai manusia lainnya, dalam umur dan kemampuan tubuh yang berbeda.


Rivals at Centro, next to the intersection

Mengundang pemahaman yang beragam, tentang perjuangan dan pergulatan bersaing, ditolak atau berhasil memenangkan nasib. Ada warna keringat, air mata, darah, keluhan, kelelahan, senyum, tawa dan kelegaan yang terpancar dari setiap inci bangunan ini. Dan tanpa perlu bercerita, ia tetap berdiri di sana, menanti setiap yang melihat datang dengan kisah masing-masing.

Malam ini, waktu teringat kembali status selama di sini (dari seorang teman)… I'm still ”a full-time tourist & worker, and of course, a part-time student”

Rabu, 09 September 2009

B A H A S A





Tuhan berbicara dalam segala bahasa

Itu pelajaran yang saya temui hari ini.
Bahasa verbal, bahasa visual, bahasa audio, bahasa isyarat, bahasa alam
atau lewat ilham yang mungkin sangat personal buat kita,
begitu uniknya Dia membahasakan penyelenggaraan rencanaNya
bahkan dalam keheningan sekalipun.
Kita jarang sekali tersadar bahwa ber-b.a.h.a.s.a
menjadi bagian terpenting dari berinteraksi dengan pihak lain.
Bukan saja dengan manusia lain,
dengan mahluk lain pun kita bisa merasa disapa dan menyapa,
dan akhirnya belajar tentang banyak hal tentang Dia yang menciptakan bahasa.

Ada banyak sekali pesan yang termuat lewat bahasa
meski kadang-kadang tak terucap secara eksplisit,
atau terujar tanpa pertimbangan yang implisit.
Melihat, mendengar,
merenung, berpikir,
berproses dan berbagi
pindah dari satu benak ke benak lain,
bertualang, berubah
berkembang, kadang-kadang tidak bersambung
tapi lalu tersimpul menjadi suatu keputusan,
bahwa begitu indah kalau ‘makna’ tentang sesuatu
justru tersirat menunggu kita menangkapnya
lewat bahasa kita sendiri.

Mulailah setiap hari dengan senyum,
bahasa paling sederhana yang disediakanNya
untuk menyapa seluruh berkatNya.

Selasa, 28 April 2009

WINTON on the road
















Winton rock formation













Crested dove















Windmill at Hughendon



















White Mountain NP

PALUMA
















Bees in yellow



















Morning Glory
n Crystal Creek
























Sisa perjalanan ke Mt. Paluma Range National Park
pengen rasanya balik lagi....

Senin, 23 Maret 2009

Invasive Plants





















Cantik....
tapi sayang...
di sini termasuk kategori "diwaspadai"
Passiflora foetida (buah putri-Indonesia)
buahnya manis, kalo gak salah sih
dispersalnya dibantu burung n ular.....
mmmmm manusia juga kali ya....
introduktif, juga invasif.

What a world, always have two-sided...

Senin, 09 Maret 2009

SI BENGAL















Dacelo leachii,
nama latinnya si Blue-winged kookabura
atau kookabura sayap biru,
dari keluarga Raja Udang (Alcedinidae),
burung yang lumayan gede,
seukuran kakatua jambul kuning,
berhasil kepotret lagi bersantai
di cabang salah satu gum tree,
pohon dari keluarga Myrtaceae
(jambu-jambuan....),
di pinggir kali tengahkampus.

Senang aja motret,
soalnya ni burung baru habis nyambar kentang goreng
milik salah satu student yang lagi menikmati makan siangnya.
Bengal.... menampakkan wajah tak berdosa.....
"Nice catch, mate,
maybe next time you will get the fish fingers as well....."

Sabtu, 21 Februari 2009

BOMBAX





















Ini Bombax ceiba, atau kapuk, red silk cotton tree,
sayang belum sempat ada bunga dan buahnya...
Bronjol di batangnya itu .....
Ciri khas keluarga Bombacaceae
memang muncul di kulit batang yang penuh "duri" gede berbentuk kerucut.
Catatan hasil pengamatan botanis untuk jenis ini unik banget;
seluruh daunnya bakal gugur pas dekat waktu keluar bunga,
bunganya hanya bakal mekar selama sehari, dan tim penyerbuknya termasuk para burung,
yang sering dijumpai agak "mabuk" kalo pas dapat nectar-nya yang sudah terfermentasi.....

Sisa-sisa catatan sepanjang Ross River Road :)




Senin, 02 Februari 2009

AUTHORITY


Bingung sebenarnya mo masukin postingan ini ke kategori yang mana, ke Contemplate, rasanya ini juga salah satu refleksi dari kelompok Charge, tapi lebih tepat ke Survive…. Hasilnya.... yang mana aja deh, yang jelas harus sukses di-post, s-e-g-e-r-a.

Authority (Inggr.), jamaknya biasa pakai –ies, adalah kata benda yang punya arti kurang lebih sebagai berikut :
1. [U] power to give orders
2. [U] official permission to do something
3. [C, usu pl] people or group with this power
4. [C] expert
Keempat pengertian itu asalnya dari satu-satunya kamus yang saya bawa ke negeri koala, kombat, kokabura dan kangguru ini (kok pada "k" semuanya ya.....), pocket dictionary-nya Oxford, si unyil yang singkat n padat n enak digenggam.
Agak terbatas memang, tidak seluas bahasan Fr. Terry Lyons di misa malam minggu kemarin, yang lengkap dengan segala contoh dan leluconnya.
Tapi entah mengapa, kata itu terus aja muncul setiap kali ada ingatan lama atau hal-hal baru yang melintas di kepala. Ajaib lagi, rasanya pas banget dengan pengalaman seminggu ini, sama yang mungkin akan ada di sepanjang jalan ke depan.

Authority, saya perjelas lagi dalam terjemahan kasar dari makna di atas (mudah-mudahan) adalah :
1. kuasa untuk memerintah
2. ijin resmi untuk menjalankan sesuatu
3. orang atau kelompok yang berkuasa
4. ahli (aduh..... kok gak nemu istilah yang enak.....)

Setelah ditelaah, unfortunately, dari hal yang paling sederhana; nentuin jadwal pribadi, sampai urusan yang pasti di luar rencana; seperti cuaca, saya ternyata gak punya kemampuan yang berkategori authority....
Memelas sih, melaksanakan jadwal hidup, ternyata mesti tergantung pada kemampuan ngatur waktu n kemauan keras diri sendiri untuk matuhin komitmen yang dah ditetapin hehehe. Di rumah, di kampus, di mall, wherever, whenever...wahhhhhh complicated
Yang terjadi, selalu, mengalah pada banyak excuses, and then, jreeeennnng.....I’m late again, I’m lost again, I’m failed again and so on...


Ngeselin, karena semua berangkat dari ketidakmampuan menguasai diri.
Jadi malu sama Peter Hanley, fasilitator Numeracy yang dah bersemangat ajarin soal Time Management n Highly Effective People.
Diingatin terus, tidak juga bisa ngelotok di batok....
Jadi ngeri ngebayangin, gimana coba sama relasi kita dengan orang lain?
Bercermin saja masih enggan mengakui rupa yang ada....entah mau mantulin bayangan kita ke orang lain....

Satu lagi, cerita bagus untuk topik authority....
Tour sama teman-teman IAP ke Billabong.
Ini bukan memamerkan acara jalan-jalan n BBQ di tengah hujan deras, tapi ada salah satu kisah authority kaum manusia pada alam di sekitarnya.
Setelah berkeras hati melawan ramalan cuaca buruk (satu lagi kasus melawan authority dari The Almighty, karena badailah yang menang hehehe....), 30 orang turis internasional berhasil tiba di Billabong Sanctuary, ± 17 km selatan Townsville.
Rencana awal memang untuk melihat apa saja yang bisa ditawarin sama tempat yang tersohor dengan hidupan liarnya. Billabong, dari bahasa Aborigin, sebenarnya berarti kolam kecil. Kolam kecil di sanctuary ini gak bisa dibilang kecil juga, yang jelas, masih alami, karena dibiarin berhubungan sama kali-kali kecil n rawa-rawa di sekitarnya.
Di mana-mana ada kandang, yang semi terbuka, tertutup kaca atau yang hanya beratapkan tenda dan berpagar kawat jala.
Dalam kandang-kandang itulah, manusia menunjukkan kuasanya pada binatang.

Kadang-kadang miris memang, seperti kata Nunu (His real name is Tinuana, Rainbowman from French Polynesia), menjual "keliaran alam" yang dikerangkeng, lalu dengan bangga mengakui kemampuan kita mengatur hidup binatang liar itu karena kita sudah lebih dahulu menginvasi ruang hidupnya di alam.
Tidak bisa munafik, karena saya juga bagian dari manusia, dengan kuasa merubah ciptaan dari Sang Pencipta. Entah itu hal yang patut disyukuri atau justru disesali.
Baru nyadar, Rainy Tour ke Billabong tidak sesederhana pulang basah kuyup kehujanan dengan perut penuh kebab dan bawang bombay panggang....jauh lebih dari itu.

Puncaknya, terberkatilah sepenggal kata authority yang muncul dalam uraian Gospel Reading from Mark, exactly on the last day of January...


"....the authority from The Almighty...
....without stress to dominate people...
....without power to make them suffer...
....but the authorithy from HIS HEART...
....fulfilled with LOVE to make us live in peace and prosperity..."

What a comprehensive and deadly authority we had from HIM...

Terungkap? Mata terbelalak lalu hilang kata?
Semua kekhawatiran, kecemasan, kegelisahan, ketakutan, juga impian, kerinduan, harapan, keinginan, lebur jadi satu, terjalin kusut dalam gulungan kenangan, pengalaman, kenyataan dan masa depan, sudah tidak ada nilainya lagi.
Sibuk ngubek semumet apa pun, begitu sederhana, hanya pulang,
kembali pada Kuasa yang satu itu.
Malam ini, waktu nunggu next warning untuk Cyclon Ellie yang baru mau lewat, akhirnya kembali terpaku, manusia selalu punya rencana, tapi Tuhan pula yang selalu akan menunjukkan kuasaNya.

Thank you, Lord,
for Your completely binding arms to my life.....

Minggu, 05 Oktober 2008

TWILIGHT


L e l a h,

beruntung saat melepas ikatan angin tenggara

sisa-sisa senja di tepian pantai

jauh di ujung selatan Kaimana

BABO


Berduri?

Bergerigi?

Bertahan abadi?

Berkubang atas lumpur...

Hutan bakau tepi dermaga Babo, Bintuni